Jenis Psikotes Perusahaan dan Tips Menghadapi

Apa saja jenis psikotes perusahaan yang biasa Anda temui? Bagaimana tip untuk dapat sukses menjalaninya? Semoga artikel ini membantu!

Saat melamar pekerjaan, salah satu tahapan yang harus dilalui oleh jobseeker dalam proses rekrutmen adalah psikotes. Tapi tahukah anda, jenis psikotes ternyata tidak hanya satu lo. Di bawah ini ulasan kami mengenai psikotes seperti dilansir femina.co.id  dan hasil wawancara bersama Senior Assessor ECC UGM, Sri Muliati Abdullah, M.Psi.

“Tes psikologi itu tujuannya melihat sisi psikologis manusia, sifatnya utuh dan komperhensif. Jadi , suatu tes tersebut akan melibatkan intelektual, kepribadian, juga sikap atau pola kerja,” jelas Lia, sapaan akrab Senior Assessor ECC UGM ini. Dan inilah beberapa psikotes yang biasa digunakan di Indonesia:

a.    Intelejensia (IQ)

–    IST (Intelligent Structure Test)

Tes yang kerap dikenal dengan tes IQ ini digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang dengan penyesuaian terhadap kebutuhan pencari tenaga kerja. Normalnya, tes ini meliputi kemampuan terhadap angka, verbal, dan daya bayang ruang.

–    TKU (Tes Kemampuan Umum)

Tes ini mirip dengan tes IQ. Namun biasanya diperuntukkan kepada fresh graduate, bukan pada mereka yang telah memiliki pengalaman kerja.

–    Tes Analog Verbal

Tes ini menilai kemampuan logika terhadap kondisi-kondisi tertentu. Juga mengetahui seberapa jauh pemahaman jobseeker dalam memahami hubungan sebab akibat dalam menghadapi permasalahan.

b.    Kepribadian

–    DISC

Alat ini digunakan untuk memahami tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian . Biasanya jobseeker akan disuguhi beberapa pernyataan dan diminta memilih satu yang paling sesuai dengan diri mereka. Kesesuaian analisis ini nantinya akan menentukan apakah seseorang sesuai dengan jenis pekerjaan, lingkungan kerja, dan budaya kerja tempat tersebut.

–    16 PF

Ini merupakan tes yang melihat kepribadian seseorang dengan membandingkan 16 indikator kepribadian di dalamnya. Dari sini nantinya akan terlihat apakah seseorang termasuk pribadi yang hangat atau tidak, terbuka atau tertutup, dan lain sebagainya.

–    EPPS

Tes penentuan atas kesesuaian anda dengan bidang kerja yang dilamar bisa dilihat dalam tes ini. Mirip dengan DISC, anda akan diberi dua pernyataan dan diminta memilih yang paling sesuai dengan karakter, meskipun dari keduanya ternyata tidak ada yang sesuai.

Selain kedua tes di atas, Lia mengungkapkan bahwa ada pula tes minat dan bakat. “Sebenarnya ini mirip dengan tes psikologi, namun tujuannya lebih sempit. Yaitu melihat potensi dominan dan kecenderungan atau arah ketertarikan jobseeker,” terangnya.

Kebutuhan atas tes-tes di atas diakui Lia tergantung dari kebutuhan informasi masing-masing perusahaan. Bisa jadi alat tes lain akan ditambahkan dalam sebuah tes karena perusahaan membutuhkan informasi spesifik mengenai hal A. Namun bisa jadi perusahaan lain hanya menjalankan bentuk psikotes standar.

Di lain pihak, Lia menganjurkan agar jobseeker tidak perlu belajar dari buku-buku psikotes. “Tes ini masalah kepribadian, bukan kognitif. Jadi tidak bisa disiapkan secara instan, apalagi dalam semalam,” bebernya. Ia menambahkan, hal paling bijak yang bisa dilakukan adalah berkonsultasi dengan konselor dan memetakan dulu kepribadian seseorang. Jadi jobseeker pun tahu kepribadian mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus segera diperbaiki.

Saat mengerjakan psikotes pun anda dianjurkan berada dalam kondisi sehat, baik fisik maupun psikologis. “Mood sangat mungkin mempengaruhi hasil dari psikotes. Jadi usahakan mood  Anda dalam kondisi yang positif saat mengerjakan sehingga hasilnya pun akan positif,” tandas Lia.

Nah, itulah sekilas mengenai tes psikologi dan beberapa tipnya. Sudahkan informasi di atas menambah pengetahuan Anda mengenai psikotes? Tetap positif dan selalu semangat ya.

Previous Post

No more post

Next Post

No more post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *